Kita sudah berada di penghujung tahun 2014. Karib, sanak, keluarga, kawan, kekasih, dan sahabat berkumpul bersama di pelataran jiwa. Saling berdepan-depan dengan imajinasi masing-masing, hujan deras mendaras negeri kami, sederas itu pula airmata kami mengucur. Betapa tidak, Sang Guru hadir di antara kami lalu menuturkan sabda: " Han..., dan juga kalian yang hadir di perhelatan jiwa. Seiring dengan berakhirnya tahun ini, kebersamaan kita kurang lebih 3 tahun, kucukupkan pula tutur-tuturku kepadamu. Aku tidak menghilang, melainkan jiwaku menubuh tumbuh pada jiwa-jiwa kalian. Dan, pada kesempatan ini pula, kumaklumatkan untuk menegaskan bahwa Han telah kutasbihkan menjadi Sang Guru. Bolehlah kalian menyapanya sebagai Sang Guru Han, mogalah Ia berkenan bertutur di masa depan."
Selasa, 30 Desember 2014
WAL-AKHIRIN
Diposting oleh
Sulhan Yusuf
di
14.40
Kita sudah berada di penghujung tahun 2014. Karib, sanak, keluarga, kawan, kekasih, dan sahabat berkumpul bersama di pelataran jiwa. Saling berdepan-depan dengan imajinasi masing-masing, hujan deras mendaras negeri kami, sederas itu pula airmata kami mengucur. Betapa tidak, Sang Guru hadir di antara kami lalu menuturkan sabda: " Han..., dan juga kalian yang hadir di perhelatan jiwa. Seiring dengan berakhirnya tahun ini, kebersamaan kita kurang lebih 3 tahun, kucukupkan pula tutur-tuturku kepadamu. Aku tidak menghilang, melainkan jiwaku menubuh tumbuh pada jiwa-jiwa kalian. Dan, pada kesempatan ini pula, kumaklumatkan untuk menegaskan bahwa Han telah kutasbihkan menjadi Sang Guru. Bolehlah kalian menyapanya sebagai Sang Guru Han, mogalah Ia berkenan bertutur di masa depan."
Selasa, 23 Desember 2014
NATAL
Diposting oleh
Sulhan Yusuf
di
22.55
aura Natal mengharu biru di kisaranku
teringat dengan kawan-kawan Kristianiku
semasa masih kanak-kanak dan usia sekolah
Johannis, Feri, obet, Tabita, Rifka, Adriana, Lasarus
berada di mana kalian?
ada sejumput rindu untuk bertemu
sebisa mungkin kita main bersama lagi
penuh keceriaan nan bahagia
masihkah mungkin di usia jelang separuh abad
merasakan masa kanak-kanak dan usia sekolah?
sengaja ini kutanyakan padamu
dan pada diriku
sebab dalam mengarungi kemelataan hidup
tidak sedikit pengalaman yang mengharuskan
saling benci bahkan saling meniadakan
pada sisa jatah usia kita masing-masing
kedewasaan tentulah makin menghampiri
dan puncaknya menjadi kanak-kanak kembali
aku benar-benar berharap
kala kita bertemu kembali
kita semua sudah mendewasa dalam wujud kekanakan
biar keceriaan nan bahagia itu menerungku kita
dalam terungku itulah
kita bisa saling berbagi
sebab kita berada pada nasib yang sama
ditakdirkan sebagai sesama manusia
yang mesti saling memelihara kehidupan
sebagai buah dari kelahiran
bukankah Natal berarti kelahiran?
kehidupan diawali oleh kelahiran
bagi pecinta kelahiran manusia agung
baik bagimu maupun untukku
memelihara kehidupan adalah titahnya
pengalaman hidup yang saling benci
hanyalah beternak permusuhan
pangkal permusuhan adalah benci
muaranya akan saling mematikan
mari di tengah perayaan kelahiran
kita kubur kematian
Senin, 22 Desember 2014
LUPA
Diposting oleh
Sulhan Yusuf
di
20.39
Akhir pekan, daku merencanakan ke luar kota. Kupesanlah oto angkutan umum langgananku. Namun ia lupa menjemputku. Maka kucarilah oto pengganti sebagai alternatif meski tidak kukenal sopirnya. Di atas lajunya oto, kecewa campur aduk atas kejadian ini. Tentulah Sang Guru tak rela melihatku tenggelam dalam kegundahan, sabdanya pun menuntunku: " Han..., jangan kesal hanya karena lupa. Sebab, kali lain dikau butuhkan lupa untuk melupakan hal-hal yang sulit dilupakan. Jadi lupanya orang itu sebagai pengingat bagimu untuk melupakan kejadian ini agar dikau melupakannya. Mohon maaflah padanya, karena dikau menyebabkan ia merasa bersalah. Normalkanlah rasamu seperti sediakala, Itulah tandanya dikau sudah lupa akan peristiwa ini."
Jumat, 19 Desember 2014
KELIMPAHAN
Diposting oleh
Sulhan Yusuf
di
22.40
Pohon jeruk yang kutanam di sudut pekarangan mukimku, sudah berbuah, melimpah berbutir-butir. Saban hari selalu ada saja yang mengambil daun dan buahnya tanpa meminta, mencuri. Gundah daku dibuatnya, sebab tidak punya waktu untuk menungguinya. Karenanya, Sang Guru pun menghujamkan tuturnya: " Han..., kelimpahanmu itu telah menjadi bencana bagi orang lain dan dirimu. Dikarenakan kelimpahan menyebabkan orang jatuh ke lembah dosa, mencuri. Dan bagimu menjadi bencana sebab tidak membagikannya pada yang mencuri itu."
PENYESALAN
Diposting oleh
Sulhan Yusuf
di
06.09
adakah rasa bersalah yang lebih suntuk
dari melaparkan sekawanan burung?
jalak, pipit, kutilang
terbang ke mana kalian?
memang perlakuanku niradab
selaku sesama penghuni semesta
pohon kersen yang kutanam
telah kutebang
hanya karena khawatir
ditumbagkan angin
lalu menimpa rumah tetangga
padahal belumlah tentu
angin sejahat itu
bukankah pohon kersen itu
telah menjadi istanamu?
menyantap buahnya
bersendragurau sesamamu
gala berkasih-kasihan
tempat bercinta yang paling indah
akulah yang menanam
tapi kala tumbuh
telah jadi milik bersama
sepatutnya daku menahan diri
dari ego kepemilikan
kesegaran udara
sulit kurasakan
kerindangan di kala terik
kini tiada lagi
oh....aku sudah berlaku zalim
pada diriku
juga padamu
Kamis, 18 Desember 2014
PERCAYA
Diposting oleh
Sulhan Yusuf
di
02.17
Setiap pekan, daku sering membersihkan selokan di samping-depan rumah. Namun, selalu saja ada yang membuang sampah setelah kubersihkan. Pening juga kepalaku, memikirkan ulah oknum tersebut, penasaran ingin bersua dengannya. Pada rasa penasaranku, mewujudlah Sang Guru dengan sepenggal sabda: " Han..., orang itu tau persis, bahwa dikau mampu menyelesaikan masalah sampahnya. Maka berbahagialah, sebab ia memercayaimu untuk membuangkan sampahnya. Tidak banyak orang yang bisa dipercayai pada tingkatan percaya terendah seperti itu. Bahkan, ia sendiri tidak percaya pada dirinya sendiri untuk membuang sampahnya sendiri."
Selasa, 16 Desember 2014
DION
Diposting oleh
Sulhan Yusuf
di
06.52
hari ini karibku
Dion Syaif Saen berulang tahun
burung-burung berkicau
ikut mengucapkan selamat
walakin burung-burung itu
terbang jauh dan tertawan sangkar
tetaplah mereka mengirimkan salam
sebab karibku ini
telah memahat asa di sudut hatinya
seperti halnya aku
tetap merindu
walau di kejauhan
salam kulayangkan
sebab pahatannya
terukir dalam lukisan jiwa
Langganan:
Postingan (Atom)