Kamis, 21 Februari 2013

46 

Wejangan Miladku, surat buat diri, 20 Februari 1967-2013

Empat Puluh Enam tahun sudah terlewati, makin dekat pada keabadian.
Ke depan baru itu yang pasti, di tengah ketidakpastian hidup

Karena raga makin lemah, maka kebutuhannya pun makin berkurang. Tubuh mulai memilih butuhnya.

Justeru jiwalah yang makin bergolak menuntut butuhnya yang menggila. Kelaparan jiwa mengancam diri, jika tidak disahuti.

Empat Puluh Enam tahun perjalanan, telah menjadi kepastian, sebab sudah terjalani, itulah kemestian hidup.

Tak perlu ada ratap, sebab itu miliknya masa silam. Yang paling mungkin, hanyalah mengambil yang perlu untuk perjalanan berikutnya.

Empat Puluh Enam tahun perjalanan, menjadi pupuk kehidupan bagi diri, jikalau ada hasrat baik untuk menerimanya, berkompromi dengan masa lewat.

Baik-buruk, di mata seorang pejalan, sama saja adanya, sebagai pemandu jalan agar tidak tersesat.

Diri hanya perlu dibujuk, agar makin mengerti bahwa di sisa usia adalah mencari kepastian hidup, meski yang dijumpai barulah penandanya. Alamat pastinya belum terasa, apalagi teraba.

Yang pasti, hanyalah janji pastinya keabadian pada masa dan alam berikutnya.

Empat Puluh Enam tahun sudah tunai dijalani, cukup memadai untuk menapaki jalan keruhanian, yang telah didedahkan oleh-Nya.

3 komentar:

arusaidi mengatakan...

tulisan yang mnyadarkan akan diri

Sulhan Yusuf mengatakan...

Trims atas apresiasinya Ust.

Unknown mengatakan...

Saya suka tulisannya luar biasa

Posting Komentar