Kamis, 17 Desember 2015

SESAL



Pohon jeruk di sudut depan rumah amat rimbun dan buahnyapun makin bertubi. Sahaya menelisik daun dan buahnya, mata tertuju pada seekor ulat bulu warna hijau bergurat hitam. Selintas indah walau gatal kala tersentuh. Namun keisenganlah mencungkilnya dari ranting dan daun yang pupus karenanya. Terjatuhlah sang ulat ke selokan dan hanyut, pasti mati. Selang beberapa detik kemudian, Guru Han menerobos relung batin dan mengusik pikiran, tuturpun membelati: " Tahukah dikau bahwa sang ulat itu bakal bermetamorfosis mewujud kupu-kupu? Merayap di ranting dan memakan pucuk daun adalah prosesnya. Inilah masalahnya, dikau jijik pada ulat, namun mencintai dan takjub pada kupu-kupu. Menyesallah, karena telah memotong matarantai keindahan."

0 komentar:

Posting Komentar