Sabtu, 14 Desember 2013

BAHAGIA



Sang Guru menggandeng tanganku, untuk mengunjungi seorang karib yang harta-bendanya ludes dilalap si jago merah. Ia berbisik : " Han..., pada karibmu inilah dikau bisa bercermin, ketika ia disapa oleh musibah, masihkah ia tersenyum? Jikalau ia tersenyum, itulah alamat yang paling nyata dari sosok yang berbahagia." Dan karibku ini tetap tersenyum, seperti sediakala di kala jumpa dengannya.

0 komentar:

Posting Komentar