Rabu, 30 Juli 2014

DOA


Dalam suatu acara ritus zikir-doa, samar-samar terngiang di telingaku, seorang jamaah meminta doa, tentang hal-hal yang memudahkan hidupnya. Daku cemburu dengan oermintaannya yang begitu lugas, seolah memerintahkan Tuhan untuk mengabulkannya. Sang Guru bergerak cepat dalam batinku, dan segera menyabdakan: " Han..., kala berdoa, usahlah minta bakal apa yang akan dikau tinggalkan. Tapi mohonlah tentang apa yang bakal dikau tuju. Meminta apa yang akan ditinggalkan, hanya akan menjadi sumber sengketa."

0 komentar:

Posting Komentar