Sabtu, 22 November 2014

NEGOSIASI





Nampaknya hari ahad kali ini cerah, hujan berhenti mengiringi jedahnya gejolak kaum muda-mahasiswa karena memprotes pengurus negeri ini yang dianggap abai terhadap orang kecil. Sang Guru duduk santai di serambi pengharapan, meminum kopi sambil bertutur: “Han..., kaum muda-mahasiswa yang bergolak itu adalah sebuah keniscayaan. Malah menyimpang dari wataknya jikalau tidak ada gejolak padanya. Bayang-bayang  masa silam dan obsesi masa depan adalah jebakan baginya. Maka ajaklah mereka untuk menegosiasikan pengalamanmu dengan tebakan masa depannya. Sambil mengingatkan, hanya dalam jedah ketenangan, kejernihan nampak terkuak.”

0 komentar:

Posting Komentar