Sabtu, 29 November 2014

BUNTUT


Pada malam minggu dan tanggal tua semisal malam ini, sulit rasanya menolak ajakan seorang kawan lama, untuk bersantap malam. Kurang lebih 10 tahun baru bersua, nampaknya ia lebih sejahtera dari sebelumnya. Ditraktirnya daku pada sebuah warung sop buntut. Kunikmatilah sekhusyuk mungkin, ternyata benar-benar nikmat. Tiba-tiba saja Sang Guru mengada, mencecarkan tutur: " Han..., memang menyantap buntut itu nikmat tak bertara. Sama halnya sebuah peristiwa-demonstrasi, yang menarik bagi sebagian orang adalah buntutnya. Makin panjang buntut unjuk rasa makin beruntung, meski banyak pula yang buntung nasibnya. Maka cermatilah selalu, rona wajah antrian para penikmat buntut peristiwa. Mereka akan selalu menuntut buntut. Penuntut buntut."

0 komentar:

Posting Komentar