Pagi masih buta, subuh sementara bersiap memberikan tongkat estafet waktu pada fajar. Terdengar kegaduhan pada rumah tetangga sahaya, pasalnya ia kedatangan tamu tak diundang, maling membobol rumahnya. Tertegunlah ia, sulit diajak bercakap, hanya matanya yang berkaca-kaca menahan geram. Guru Han mengajak menjauhi rumah itu, lalu meluncurlah sabdanya: " Jikalau rumahmu tak ingin kedatangan maling, buatlah rumahmu itu tak menarik baginya, jauhkanlah dari segenap barang yang bakal ia curi. Dan, yang lebih penting dari itu, enyahkanlah dari rasa memiliki atas barang yang bakal dicuri, sehinga kalaupun tercuri dikau tidak merasa kehilangan. Rasa memiliki muaranya pada keraiban."
Kamis, 06 Agustus 2015
MALING
Diposting oleh
Sulhan Yusuf
di
14.50
Pagi masih buta, subuh sementara bersiap memberikan tongkat estafet waktu pada fajar. Terdengar kegaduhan pada rumah tetangga sahaya, pasalnya ia kedatangan tamu tak diundang, maling membobol rumahnya. Tertegunlah ia, sulit diajak bercakap, hanya matanya yang berkaca-kaca menahan geram. Guru Han mengajak menjauhi rumah itu, lalu meluncurlah sabdanya: " Jikalau rumahmu tak ingin kedatangan maling, buatlah rumahmu itu tak menarik baginya, jauhkanlah dari segenap barang yang bakal ia curi. Dan, yang lebih penting dari itu, enyahkanlah dari rasa memiliki atas barang yang bakal dicuri, sehinga kalaupun tercuri dikau tidak merasa kehilangan. Rasa memiliki muaranya pada keraiban."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar