Jumat, 19 Juni 2015

BUKA-SAHUR


Pada hari ketiga Ramadhan, seorang kisanak beserta putranya, yang kisaran usianya barulah 10 tahun, bertandang ke mukimku. Disampaikannya laku anaknya itu, yang saban hari ikut puasa, namun yang selalu ia tanyakan saat bangun pagi, apa menu berbukanya, dan kala dibangunkan sahur apa makanannya. Teringatlah pula pada anak sahaya yang usianya nyaris terpaut dengannya, ulahnya hampir sama pula, hanya menanyakan menu buka dan sahur. Guru Han yang menyata di kisaran kami pun bertutur: " Memang demikianlah adanya anak-anak, mereka memahami puasa sebatas menahan makan dan minum, maka wajarlah kalau oroentasinya hanyalah menuntaskan rasa lapar dan hausnya. Bukankah jiwa mereka masih bersih? Belumlah dapat dihisab dengan ganjaran pahala? Anak-anak yang masih suci, tak perlu ganjaran pahala, wong sudah suci. Akan halnya orang dewasa, yang terkadang berlaku kekanak-kanakan dalam berpuasa, masih suka pula bertanya menu apa dan di mana buka puasa dan sahurnya. Wahai orang dewasa, dikau bakal dihisab, maka butuhmu akan pahala bisa membebaskanmu, dan percayalah, bila berpuasa sebentuk puasanya anak-anak, jiwamu bakal tidak bersih, meski ragamu sudah dikau bersihkan sebersih-bersihnya.

0 komentar:

Posting Komentar