Jumat, 12 Juni 2015

PERTARUNGAN


Jumat kali ini adalah Jumat terakhir bulan Sya'ban, sebab kalau sesuai perkiraan, Jumat depan umat Islam telah memasuki bulan Ramadhan, maka berpuasalah yang menunaikannya. Sahaya duduk termenung di depan kotak ajaib, televisi. Sambil memolototi acara dari berbagai chanel, tertumbuklah pada selingan iklan, yang sesungguhnya bukan selingan, tetapi salah satu mata acara yang paling digemari khalayak. Di antara iklan-iklan itu, bergerombollah produk-produk yang bakal digunakan pada bulan Ramadhan. entah itu minuman, makanan, pakaian, sarung, peci dan tentu sinetron religi. Guru Han datang mendekat, lalu memijit punggung kesadaran sahaya, dituturkannya sabda: " Dikau hingga saat ini belum bersiap memasuki bulan Ramadhan, sementara para produsen sudah sejak pekan-pekan yang lalu telah memberondongmu dengan tawaran produk. Perlulah untuk saling mengingatkan bahwa para produsen itu memanfaatkan rasa lapar ragamu untuk mengeruk keuntungan yang tak terhingga. Jikalau dikau berpuasa dengan sepenuh jiwamu, dikau tidaklah butuh produk-produk itu, sebab semuanya hanya memenuhi keinginan ragamu. Memuaskan jiwamu kala berpuasa, berarti memaksa mereka bertekuk lutut di depanmu. Sesunguhnya berpuasa merupakan pertarungan antara godaan ragawi dan pelejitan jiwa."

0 komentar:

Posting Komentar