Rabu, 27 Agustus 2014

Gede Prama - LANGIT KEDAMAIAN



LANGIT KEDAMAIAN
Gede Prama

Seorang murid meditasi yang penuh bakti bertanya, kenapa pikirannya sering dipenuhi awan? Ada awan keraguan, ketakutan, kemarahan. Dan semakin keras ia mengusir awan-awan itu, semakin sering ia datang dalam keseharian.

Mawar Tanpa Duri

Setiap sahabat yang kerap berjumpa jiwa-jiwa dalam bahaya mengerti, selalu ada aroma perkelahian di sana. Buruk melawan baik, salah melawan benar, kotor melawan suci. Seorang peserta meditasi remaja yang berteriak di tengah keheningan meditasi bersama-sama bercerita, di dalam dirinya ada setan.

Sejujurnya, semua pertempuran di dalam adalah bikinan kita sendiri. Persisnya, ia adalah buah pengkondisian yang berumur sangat tua. Pendidikan orang tua, lingkungan, sekolah hanya sebagian sumber pengkondisian ini. Dalam bahasa sederhana, pengkondisian yang membuat jiwa sakit ini mirip dengan berharap ada mawar tanpa duri. Ada kebahagiaan tanpa kesedihan, ada pujian tanpa cacian.

Dan meditasi mengajarkan untuk tersenyum pada setiap berkah kekinian. Tersenyum baik pada duri maupun mawar. Tersenyum baik pada duka cita maupun suka cita. Sebagai hasilnya, cengkeraman pengkondisian melonggar dari hari ke hari. Sampai suatu hari pencerahan membuat cengkeraman pengkondisian ini lepas sama sekali.

Mawar Kesempurnaan

Di meditasi mendalam sering terungkap rahasianya, kita semua adalah ramuan antara duri dan mawar yang sangat unik. Ada yang unsur durinya lebih banyak, ada yang unsur mawarnya lebih banyak. Dan meditasi adalah senyuman penuh pengertian baik kepada mawar maupun duri mana pun.

Itu sebabnya banyak pembimbing meditasi sepakat, meditasi merubah Anda dengan cara menerima diri Anda apa adanya. Kedengarannya aneh bagi telinga orang biasa, tapi yang sudah disentuh meditasi mendalam akan mengerti hal ini penuh permakluman.

Di tingkatan ini, mawar adalah wakil kesempurnaan. Tidak ada mawar tanpa duri. Dengan cara yang sama, tidak ada jiwa tanpa noda sama sekali. Dan kesempurnaan bukanlah keadaan tanpa noda, kesempurnaan adalah senyuman indah pada semua noda.

Matahari Indah Dalam Diri

Siapa saja yang tekun melatih diri seperti ini tidak perlu sedih dikunjungi oleh awan-awan kehidupan. Semua langit pernah dikunjungi awan, dengan cara yang sama semua jiwa pernah disentuh oleh noda.
Itu sebabnya, setiap jiwa yang luka selalu diminta menerima dirinya apa adanya. Penerimaan diri akan dalam jika seseorang mengerti kesempurnaan mawar. Terima duri-duri di dalam diri Anda. Dalam bahasa meditasi, Anda bukan mawar yang dibuat cacat karena ada duri, Anda adalah mawar yang dilindungi duri.

Dengan cara pandang seperti ini, mudah sekali bagi seseorang untuk melihat matahari terbit di dalam diri. Cirinya sederhana, semua ada waktunya, semua ada tempatnya. Musim hujan langit penuh awan. Musim kemarau langit berisi sedikit awan. Tersenyum pada kedua jenis langit ini, itulah langit kedamaian

0 komentar:

Posting Komentar