Rabu, 13 Agustus 2014

PANUTAN



Salah seorang putra terbaik  negeri dan juga panutanku berpulang pada keabadian. Sukaduka mendalam tak terkira, namun sukacita mengiringi, sebab Sang Guru bertutur dengan gamblang: " Han..., panutanmu itu telah berpaling dari kesementaraan menuju pada keabadian. Raganya hilang bersama masanya, namun jiwanya mengabadi pada jiwa-jiwa yang meneledaninya. Jiwanya menemukan raga baru dan semoga ragamu menjadi tempat persinggahan jiwanya."

0 komentar:

Posting Komentar