Senin, 14 Januari 2013

PER-EMPU-AN



Buat Mauliah Mulkin, di hari ulangtahunnya. 14 Januari 2014.

Hanya ujar-ujar yang kupersembahkan pada miladmu kali ini. Sekadar bertutur untuk menegaskan hadirmu, di masamu pada kedinian dan kedisinian.

Di usiamu yang ke-41, mengalamatkan perjalanan sudah lebih separuh. Berarti, semakin berkuranglah jatah hidup, dan semakin dekat dengan keabadian.

Saatnyalah berburu dengan masa, pada sisa jatah usia yang masih ada untuk mengempu pada marcapada, alam dunia.

Mengempu bermakna menjadilah Empu. Sosok Empu, keberadaannya ada pada personanya, yang memesona lalu semesta terpesona. Sehingga ke-Empu-anmu menjadi nyata. Sebab, dikau telah menghormati, memuliakan, mengasuh dan membimbing di kisaran sekitar.

Bagiku, sebagai yang terpesona akan ke-Empu-anmu, sungguh-sungguh telah menjadi per-Empu-anku.

Per-Empu-an, menurutku adalah tempat kembali kala semesta mengusik pikir dan menggundah hati. Dan itu dikau telah nyatakan, lewat laku, sikap dan tindakan.

Meski aku bukan seorang lelaki yang hebat, terkenal dan paripurna, namun kutetap yakin bahwa di setiap lelaki yang berguna bagi kehidupan , ada sosok perempuan yang menjadi per-Empu-annya.

Pada keberhasilan anak-anak yang tumbuh menjadi manusia berguna, ada sosok ibu yang menjadi per-Empu-annya.

Rumahtangga yang di dalamnya beragamam karakter beredar, jika mau menjadi baiti jannati, tempat memancarnya aura kebahagiaan, hanya bisa mewujud manakala ada perempuan yang meleburkan segenap asa menjadi rasa, karena padanya ada sentuhan Empu di tungku per-Empu-an.

0 komentar:

Posting Komentar