Kamis, 03 Januari 2013

TIDAK




Masih segar dalam ingatan, kami belum pikun. Setelah kau robohkan raga kami, yang menjadi penanda bingkai jiwa.

Kami sebenarnya menjerit, hati kami sumpek-marah, pikiran kami jadi liar berantakan. Tapi kami maafkan untuk tujuan yang lebih besar, bahkan kami pun sudah menyatakan bahwa kami adalah daki bagi engkau yang mengutamakan penertiban untuk keindahan, agar ragamu kelihatan memesona.

Karena, raga kami yang dekil itu tidak lebih dari daki yang melengket pada ragamu, ketika kau bersihkan dengan cara yang amat primitif, dengan merobohkan, kami pun masih terima, dengan cara berdamai dengan diri agar kelihatan lebih beradab.

Kini kau datang kembali, meminta dengan penuh bujuk rayu, agar raga itu kami bangun kembali. Tapi kunyatakan tidak. Karena engkau hanya butuh raga kami untuk melengkapi ragamu yang ingin kau pertontonkan, agar memesona para penilai-juri  untuk sebuah kompetisi.

Sekali lagi kami nyatakan tidak, kami hadir bukan untuk kompetisi, kami hadir untuk membangun jiwa. Raga kami hanya untuk membingkai jiwa kami. Biarlah kami bicara atas nama diri kami sendiri, sebagai komunitas merdeka, termasuk merdeka untuk menyatakan tidak atas bujuk rayumu itu.

Kami hanya berharap pada engkau yang punya kuasa, belajarlah pada keledai yang tidak mau jatuh dua kali pada lobang yang sama. Karena kalau engkau terjatuh pada lobang yang sama, itu berarti engkau tidak lebih baik dari keledai.

0 komentar:

Posting Komentar