Kamis, 03 Januari 2013

SAMPAH




Adakah sampah di hutan belantara? Tidak ada. Sebab, semua sampah telah diolah penghuni rimba menjadi pupuk untuk keharmonisan hidup di hutan.

Keanggunan pepohonan mengeluarkan udara segar. Keramahan binatang pengurai menggembur-suburkan  tanah.

Adakah sampah di kehidupan metropolis? Banyak sekali. Sebab, keseimbangan hidup tidak lagi harmonis. Semuanya berpotensi menjadi sampah. Belantara gedung bertingkat, aspal jalan yang keras, beton-beton menjadi alas pijakan. Amat keras dalam menyangga kota.

Keangkuhan gedung pencakar langit, kekerasan aspal dan beton, tak mampu mengurai sampah. Sehingga, sampah pun menjadi masalah pokok kehidupan.

Dalam kehidupan ruhani, sangat banyak sampah ruhani berseliweran di sekitar. Angkuh, sombong, congkak, jengkel, hasad, cemburu, korup, culas, iri, dengki adalah sampah-sampah ruhani.

Mampukah belantara ruhani mengolah sampah itu menjadi pupuk kehidupan? Mengubah menjadi energi kehidupan? Menjadi jalan-jalan keruhanian?

Hadirkan  rimba-hutan belantara ruhani pada diri, agar bisa mengubah sampah ruhani itu menjadi pupuk. Makin lebat rimba-hutan belantara ruhani makin kuat pula menghasilkan pupuk kehidupan.Sebab semua sampah ruhani telah jadi pupuk bagi suburnya tanah keruhanian.

Kehidupan akan lebih indah, lewat tutur kata yang mencerahkan  pikiran, ibarat udara segara bagi kehidupan. Melalui penyingkapan hati yang tulus berbuat, bak tanah subur untuk bercocok tanam kebaikan.

Pesanggrahan, Malino, 29 September 2012

0 komentar:

Posting Komentar